Iklan

Kamis, 17 Mei 2018

PEBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN MENUJU KOTENWALANG SEBUAH KEBUTUHAN VITAL



Transportasi jalan darat  adalah pilihan dasar untuk mengembangkan potensi-potensi SDM DAN SDAbahkan sebagai kebutuhaan vital masyarakat. Sayang bahwa kondisi infrastruktur jalan darat menuju Kotenwalang kurang diperhatikan oleh para penguasa lokal maupun pusat. Gelora suara-suara sumbang yang semakin serak dikumandangkan dari wilayah Kotenwalang  hampir tak mempan lagi. Apakah kita harus diam atau memang harus diteriakan terus-menerus sampai orang bertelinga tak mampu mendengar lagi?
Teriakan dan jeritan masyarakat Kotenwalang untuk menuntut pembangunan infrastrukur jalan bukan hanya karena kendaraan dapat melaju dengan enak di jalan beraspal melainkan ada kebutuhan yang paling  penting dari itu adalah:
1.      Mendrongkrak lajunya pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kondisi jalan buruk akan terus memiskinkan masyarakat karena harga barang akan melambung tinggi dan daya beli masyarakat akan semakin melemah.
2.      Gerakan untuk membangun desa oleh bapak Presiden Jokowi dengan dana desa milyaran rupiah dan realisasi program Bupati Larantuka “Desa membangun kota menata” hanya sebuahimpian yang  terkatung-katung karena biaya transportasi melambung tinggi.
3.      Aspek pembangunan di bidang lainnya seperti Listrik yang disebut dengan program unggulan Indonesia Terang, sarana kesehatan (Indonesia sehat) telekomunikasi (Indonesia dering)dan lain-lainpun akan menjadi mandek hanya karena transportasi jalan darat sangat parah.
Oleh karena itu, masyarakat Kotenwalang pengimpikan ruas jalanan dari Simpang Lamanabi ke Tone, wilayah Kotenwalang segera dibangun dalam waktu dekat. Ini merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat Kotenwalang yang meliputi  4 desa di sana.