Iklan

Kamis, 17 Mei 2018

GELORA SUARA DARI KOPONG DEI



Kopong Dei  adalah nama sebuah tanjung kecil yang letaknya paling ujung Timur pulau Flores. Kopong Dei merupakan sebuah situs pariwisata budaya yang turut menghiasi keindahan alam di wilayah Tanjung Bunga yang letaknya di Ujung timur Pulau Flores. Nama besar Kopong Dei muncul karena pada bagian tanjung tersebut terdapat sebuah batu yang kelihatan dari jauh seperti seorang manusia raksasa yang sedang berdiri. Patung manusia alami itu kemudian diberi nama Kopong Dei artinya “Koponyang sedang berdiri”. Kecintaan masyarakat sekitarnya yaitu Masyarakat Tone dan Basira mengagungkan Kopong Dei sebagai salah seorang nenek moyang mereka yang berubah bentuk menjadi batu. Nama besar Kopong Dei ini kemudian terbentuklah sebuah group Band asal Basira dan Tone dengan nama “GELORA KOPONG DEI”.
Jika anda melewati Tanjung Kopong Dei dengan kapal motor laut maka anda akan mengalami betapa dahsyatnya gelora gelombang dan amukan air laut yang seakan-akan menelan habis motor laut. Meskipun amukan gelombang besar sebegitu dahsyat tetapi belum pernah ada kapal motor laut orang Basira dan Tone tenggelam di situ. Mereka yakin bahwa sang Kopong Dei akan senantiasa menolong mereka.
Alangkah baiknya Nama “Gelora Suara Kopong Dei” dimunculkan kembali dalam situs ini dengan maksud untuk menyuarakan orang-orang yang tak bersuara dari ujung Timur Pulau Flores. Suara-suara mereka diibaratkan sama dengan suara gelora amukan gelombang laut Kopong Dei untuk menanti jawaban keadilan pemerataan pembangunan. Wilayah Kopong Dei meliputi empat Desa di kepala pulau Flores bagian Timur yaitu Desa Patisira Walang, Desa Laton Liwo satu dan dua serta Desa Aran Sina merupakan bagian wilayah yang mengalami ketertinggalan dalam berbagai aspek kehidupan.