Iklan

Jumat, 04 Maret 2016

NAMA BESAR “FLORES” TERPINGGIRKAN



Sunset di Tanjung Bunga
“Flores”   nama besar yang kenakan pada pulau flores  mulai dari ujung  Barat Maggarai sampai ujung  Timur Flores Timur. Nama yang indah ini sejak ditemukannya bunga unik di ujung tanjung Flores Timur.  Orang Portugis menamakannya  dalam bahasa mereka, “ Cabo da Flora” (Tanjung Bunga). Tahun 1636 oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Hendrik Brouwer  menggunakan resmi nama pulau Flores dengan adanya penemuaan bunga di Tanjung Bunga Flores Timur. Banyak orang berusaha mengharumkan nama pulau bunga (Flores), bahkan di Larantuka mereka mengabadikannya dengan lagu-lagu daerah.
                Persoalannya, mengapa Wilayah  di ujung tanjung Flores Timur sebagai tempat bersejarah lahirnya nama pulau “Flores” terpinggirkan dari berbagai intaian pemerintah daerah Flores Timur. Masyarakat ujung Tanjung Bunga (Koten-Walang dan sekitarnya)sejak bupati pertama: Yohakim BL. De Rosari sampai bupati Yoseph Lagadoni Herin justru daerah ini jauh dari  perhatian pemerintah daerah Flores Timur meskipun bahwa suksesi kepimpinan di Flores Timur sampai pada saat ini mencapai 10 orang Bupati.  Ini sangat ironis ketika kita menyandang  nama besar Flores kemudian melupakan bahkan tidak mau tahu tentang asal usul dari mana datangnya nama ini.
                Bukankah pemerintah harus mengabadikan tempat itu bahkan menjaga kelestarian bunga lagka di sana? Dan mengapa mereka membiarkan daerah ini tertinggal jauh dari  masyarakat lainnya. Jahu dari Listrik dan dunia telekomukasi. Mereka harus merogo kocek sampai 500.000 hanya ongkos ojek pergi pulang kota Larantuka. Bukankah tidak adil. Jalan masuk hanya digusur sekali pada tahun 2010 hingga saat ini belum ada perbaikan. Dan lebih para lagi adalah status jalannya adalah jalan tani. Menyandang status jalan tani sama dengan menghina masyarakat wilayah ujung Tanjung Bunga. Barangkali pemda Flotim harus membuka mata dan hati untuk memberi perhatian lebih terutama pengaspalan jalan menuju  Koten-Walang dan sekitarnya yang nota bene melahirkan nama besar “Flores”.  Jika tidak maka nama “Flores” hanyalah sebuah nama meskipun dikenal oleh seluruh dunia tanpa mengengetahui rekam jejak asal usul nama itu.