Iklan

Selasa, 10 November 2015

WARGA DESA RATU LODONG MENGATAP KEMBALI KOKE BALE


Mengatap kembali “Koke Bale” merupakan kegiatan sekaligus upacara seremonial tahunan bagi masyarakat adat desa Ratu Lodong, Kecamatan Waiklibang, Kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini merupakan tanggungjawab semua anak-laki, maka setiap anak laki-laki dalam keluarga harus mengumpulkan Nuki (atap daun Lontar) sebanyak lima batang untuk mengatap kembali rumah adat ini. Semuanya tergabung dalam beberapa suku yakni kelompok suku kebelen yaitu Koten – Kelen, Hurint – Maran dan kelompok suku lain yang disebut kelompok suku kle lema seperti Liwun, sogen, lebunga, ritan dan lain-lain. Yang bertindak sebagai klake Lewo atau disebut tuan tanah adalah kelompok suku Liwun.
Hari ini tanggal  7 November 2015 merupakan hari baek yang ditentukan oleh kelake Lewo untuk membuat upacara seremonial di Kampung lama. Mereka bekerja secara gotong royong dengan pembagian tugas yang sagat jelas sesuai dengan kelompok suku yang dipimpin oleh masing-masing kepala suku. Dalam waktu singkat tidak lebih dari 2 jam pekerjan itu telah rampung. Koke Bale adalah tempat untuk musyawara adat yang dipimpin oleh para kepala suku.  Di depan Koke bale ada “Nuba Nara” untuk membuat upacara pemanggilan dan pemberian sesaji kepada para leluhur suku. Mereka memberi  nama Ama Ratu Lera Wulan dan Ina nini  Tana Ekan. Di depan Nuba Nara, mereka memotong babi dan memecahkan telur ayam sebagai tanda dalam upacara seremonial ini. Sang kepala memulai dengan koda knalan tentang riwayat hidup para leluhur dan sejarah pelarian sampai para leluhur menempati tanah Ratu Lodong yang sekarang menjadi nama desa mereka “Ratu Lodong”.